Sunday, May 12, 2013
Cara Daftar Kartu Debit Payoneer untuk Verifikasi Paypal
Cara Daftar Kartu Debit Payoneer untuk Verifikasi Paypal
Sebenarnya sudah banyak orang yang tahu apa itu Payoneer. Payoneer merupakan Bank yang ada di Amerika. Payoneer memberikan fasilitas kepada pengguna untuk memiliki akun bank virtual.
Kartu ATM Payoneer adalah sejenis kartu debit, jadi bukan berbentuk kartu kredit yah teman-teman. Kartu ATM payoneer ini bisa digunakan diseluruh ATM yang berlogo Mastercard. Di indonesia juga udah bisa digunakan di ATM yang berlogo Mastercard. Pembuatan kartu ini gratis alias free loh. Saya juga sudah daftar di akun Payoneer bulan Mei dan pengiriman kartu ke Indonesia sekitar kurang lebih satu bulan.
Dan akhirnya kemarin saya dapat surat dari Payoneer yang berisi Kartu Debit payoneer secara gratis (free) atas nama saya didalam surat. Payoneer sekarang lagi mengadakan promosi untuk mendapatkan $25 untuk para pendaftar baru loh. Program ini saling menguntungkan untuk anda yang mau daftar lewat saya. Anda yang daftar lewat link ini : Payoneer saya, anda akan dapat $25, tapi $25 akan diberikan apabila saldo akun anda nanti sudah terisi $100. Jadi buat yang mau kartu debit gratis luar negeri yang bisa dipakai di ATM indonesia, apalagi yang seneng berburu dollar di internet. Ayo buruan daftar.
Berikut cara daftar Payoneer :
1. Silahkan daftar Klik Disini !
2. atau Klik Sign Up Disini !
Isi dengan data anda dengan lengkap pada Step 1, step 2 dan 3.
Step 1 = isi dengan data lengkap, email dan data lain seperti dibawah ini :
Step 2 = isi dengan informasi kartu anda
Step 3 = verifikasi registrasi
isi sesuai KTP aja dan jangan lupa masukkan data alamat yang lengkap yang mudah dijangkau Pak Pos,yah !
Tapi terkadang pengiriman kartu tidak sampai 1 bulan, dari email payoneer yang dikirim sesuai dengan perkiraan di email. Setelah anda daftar, jangan lupa cek email konfirmasi dari Payoneer.
Selamat mencoba dan siap berburu dolar, semoga sukses.
"Terima kasih Atas Kunjungan Anda"
"Silahkan Tinggalkan Komentar"
Sunday, April 28, 2013
Memasang Klasemen Sepak Bola Pada Blog
Memasang Klasemen Sepak Bola Pada Blog
Bagi sobat penggila bola, layak untuk memiliki widget ini, yaitu Widget Klasemen Sepak Bola. Jika tertarik, ikuti tutorial cara pemasangannya dibawah ini:
1. Silahkan Kunjungi Situs : widgets.soccerway.com
2. Lalu Klik >> Start.
3. (STEP 1) Kemudian Pilih Tampilan widget nya (misalnya yang Competition Widget), Lalu Klik >> Next step.
4. (STEP 2) Sesuaikan Liga sepak bola nya (Misal : Indonesia - ISL), dan Team sepak bolanya (Misal :Arema ISL).
5. (Masih STEP 2) Sesuaikan Fitur Klasemennya.
6. (Masih STEP 2) Sesuaikan Ukuran Widget nya.
7. (Masih STEP 2) Dan Klik >> Next step.
8. (STEP 3) Sesuaikan Warna Widget nya.
9. (Masih STEP 3) Sesuaikan Font nya.
10. (Masih STEP 3) Dan Klik >> Next step lagi.
11. (STEP 4) Copy Kode nya.
12. Silahkan Login ke Blog sobat terlebih dahulu.
13. Pilih Menu Rancangan --> Tata letak --> Tambah Gadget.
14. Kemudian Pilih Html/JavaScript.
15. Paste kan kode yang sudah di Copy tadi didalamnya.
16. Bila sudah Klik Simpan.
Demikian Tips Widget Klasemen Bola dari Saya, semoga bermanfaat.
!!!...PERHATIAN...!!!
Apabila menjumpai halaman baru, klik tombol
SKIP AD yang berada di Pojok kanan atas, tunggu beberapa detik, kemudian klik kembali tombol itu untuk melanjutkan, sampai 3x.
" Terima kasih atas kunjungan Anda "
" Terima kasih atas kunjungan Anda "
" Silahkan tinggalkan komentar "
Monday, April 15, 2013
Meraih banyak Dollar dengan Bisnis Linkbucks
Meraih banyak Dollar dengan Bisnis Linkbucks
Bagi blogger yang menggantungkan penghasilan dari online, linkbucks bisa
dijadikan sebagai tambahan penghasilan yang cukup menjanjikan. Jadi kalo
kita punya blog dan blog kita punya trafik alangkah baiknya kita
manfaatkan dengan memasang link dari linkbucks.
Syarat untuk dapat penghasilan dari Linkbucks tidaklah susah, kita cukup punya blog dan punya pengunjung yang ramai.
Apakah kita harus membayar agar bisa menjadi member ?
Jawabannya adalah TIDAK, program ini GRATIS, tinggal bagaimana cara anda memanfatkan program ini untuk menghasilkan dollar anda.
Apakah ini program Scam/Penipuan?
Sama sekali bukan Scam atau penipuan. Sebelum saya mendaftar, saya punya pemikiran seperti anda, setelah melihat beberapa bukti pembayaran dari linkbucks.com, saya langsung ambil kesempatan ini dan bisa temen” buktikan kalau saya sendiri juga menggunakan linkbucks.com.
Bagaimana saya mengambil pendapatan saya?
Uang yang anda peroleh nantinya akan dikirim ke rekening Paypal atau Alertpay. Keduanya adalah rekening online yang biasa digunakan dalam bisnis online. Jadi jika anda mau terjun ke dalam bisnis online, anda harus memiliki salah satunya atau keduanya.
Saya belum punya rekening Online?
Anda bisa membuatnya nanti.
Ikuti Langkah-langkah Registrasi di Linkbucks.com Berikut :
1. Klik Daftar
Atau klik Gambar dibawah ini.
2. Selanjutnya anda akan dibawah menuju menu utama Website LinkBucks.com
Syarat Utama adalah Sobat harus mempunyai blog, hal ini untuk memaksimalkan pendapatan sobat.
Daftar dilinkbucks, link daftar berada di atas.
Klik Sign Up
3. Kemudian Anda akan diminta mengisi data-data seperti berikut :
Username : Terserah sobat ini akan digunakan untuk Login
Password : Isikan Password ini juga digunakan untuk login nantinya
Retype : Ketik Ulang Password
Email : Email aktif Sobat
Payment type : Pilih salah satu Paypal/Alertpay, masukkan saja email anda, nantinya anda bisa membuat paypal /alertpay dengan email tersebut.
Google code: kosongkan saja
Security Question:
Question : Pilih pertanyaan yang mudah untuk diingat
Secrete answer: jawablah yang mudah diingat dan harus di catat, jika anda lupa password, anda akan ditanya dengan pilihan anda di atas, dan harus dijawab dengan jawaban anda.
4. Terakhir adalah persetujuan pendaftaran. Centang pada "I Accept" dan klik "Submit Registration".
Email verifikasi akan dikirim ke email anda. buka email anda dan klik pada link verifikasi yang dikirimkan oleh linkbucks. OK, Selamat, anda telah satu langkah menghasilkan uang dari internet.
Bagaimana Cara menghasilkan uang melalui Linkbucks?
1. Login ke member area dengan username dan password anda.
2. Membuat link yang akan menghasilkan uang untuk anda. Perhatikan gambar berikut ini.
Di bagian atas, ada beberapa menu yang bisa anda pelajari sendiri di member area. Tuga saya adalah bagaimana cara membuat link yang bisa menghasilkan uang untuk anda. Klik pada Create link, akan muncul halaman berikut ini.
Ada tiga opsi yang bisa anda gunakan:
- Single link: anda memendekkan link yang panjang satu persatu.
- Multiple link: anda bisa membuat link dari banyak link sekaligus
- Full page script : anda tidak perlu membuat link baru, tugas anda hanya menyetting bagaimana script ini bisa menghasilkan uang melalui blog anda.
Saya Sarankan sobat Pilih opsi No 3 karena dengan ini sobat akan lebih mudah hanya menaruh satu link didalam blog sobat dan Linkbucks.com sendiri yang akan membuat alias linknya.
Ikuti cara berikut ini :
Pilihlah Menu Full Page Script.
Group name : Bebas
Link exclusion : Biarkan saja
Target Option : Pilih Open New Tab, agar pengunjung tetap bisa akses blog sobat
Page content : Clean, untuk semua umur
Ad Type : intermission, Untuk mendapatkan pendapatan maksimal
Alias URL : Biarkan saja
Frequency Cap : 0 [iklan unlimited sesuai banyaknya klik pada blog anda nantinya]
Klik “Generate Javascript” akan muncul halaman berikut:
Copy script tersebut dan nanti anda paste di blog anda. Anda akan memperoleh $1 dari sekitar 455 klik. Ini bergantung dari mana link anda di klik. Nanti akan kita bahas terakhir bagaimana cara mendapatkan hasil maksimal dari Linkbucks
- Lalu klik tombol Generate Javascript
- Maka akan muncul script dan copy script tersebut.
- karang buka blog Anda, dan masuk ke bagian Theme atau Template. Semua situs bisa kok, asalkan kita diperbolehkan mengedit theme / template html. Termasuk blogger dan wordpress (untuk wordpress.com belum bisa)
- Paste Sebelum code </body>
- Save theme / template. Dan lihat hasilnya.
Untuk Daftar Silahkan Klik Link Dibawah ini
Maka dari itu sobat jangan heran,kalau sobat klik link yang ada disini
diarahkannya kesana.kalau sudah mengarah kesana tinggal tunggu dan klik
saja,lihat gambar dibawah.
"Terima kasih Atas Kunjungan Anda"
"Silahkan Tinggalkan Komentar"
Posted by Salta Irama Bekasi Sunday, May 12, 2013
Friday, April 12, 2013
Membuat Banner Iklan pada Blog
Membuat Banner Iklan pada Blog

Salah satunya adalah dengan adanya iklan. Jadi, jika ada yang memasang iklan pada Blog sobat, maka si pemasang harus membayar dengan tarif yang telah ditentukan. Jadi kita para Blogger harus berusaha membuat Blog sebagus mungkin agar Blog kita ramai dan menarik seseorang untuk memasang iklan di Blog kita.
Untuk memudahkan para pemasang iklan memasang iklan di blog sobat, sobat baiknya menyediakan kotak banner iklan.
Membuat Banner Iklan:
1. Sediakan Gambar menarik untuk Promosi pemasangan iklan.
2. Jika Gambar telah siap, maka sobat login ke akun Blogger sobat.
3. Masuk ke bagian Template dan pilih Edit HTML.
4. Cari kode ]]></b:skin>, agar lebih mudah gunakan tombol ctrl+F.
5. Masukan kode berikut diatas kode ]]></b:skin>.
#super-beeads {margin:0px;padding:0px;text-align:center}
#super-beeads img {margin:1px 1px;text-align:center;-webkit-border-radius: 5px;-moz-border-radius: 5px;border-radius: 5px;-webkit-box-shadow: 1px 2px 1px #ccc;-moz-box-shadow: 1px 2px 1px #ccc;box-shadow: 1px 2px 1px #ccc;}
#super-beeads img:hover {-moz-opacity: 0.7;opacity: 0.7;filter:alpha(opacity=70);}
Sobat bisa membuat 4 kotak iklan sekaligus dengan posisi 2 baris x 2 kolom.
Untuk lebih jelasnya, beginilah contoh hasil pembuatanya:
Perhatikan, untuk kode berwarna merah adalah jarak antara kotak iklan atas dengan kotak iklan bawah, sedangkan untuk warna biru adalah jarak antara kotak iklan kiri dan kotak iklan kanan. Sesuaikan dengan keinginan sobat.
6. Setelah selesai, save Template sobat.
7. Tahap selanjutnya, sobat masuk ke bagian Tata Letak.
8. Klik tambah gadget pada bagian dimana sobat akan memasang kotak iklan.
9. Masukan kode berikut, (sesuaikan berapa kotak iklan yang akan sobat buat).
<div id="super-beeads">
<a href="Masukkan-Url" target="_blank" title="Title-Iklan"><img alt="Alt/Text Gambar" border="0" src="Url Gambar" /></a>
<a href="Masukkan-Url" target="_blank" title=" Title-Iklan"><img alt="Alt/text Gambar" border="0" src="Url Gambar" /></a>
<a href="Masukkan-Url" target="_blank" title="Title-Iklan"><img alt="Alt/Text Gambar" border="0" src="Url Gambar" /></a>
<a href="Masukkan-Url" target="_blank" title="Title-Iklan"><img alt="Alt/Text Gambar" border="0" src="Url Gambar" /></a>
</div>
Catatan, Untuk kode warna merah adalah Url tujuan gambar, untuk kode warna hijau adalah Title gambar, untuk kode warna kuning adalah Alt/Text Gambar, untuk kode warna biru adalah Url gambar.
Kode diatas akan menghasilkan 4 gambar dengan urutan: kiri atas, kanan atas, kiri bawah dan kanan bawah. Silakan hapus salah satu jika tidak diperlukan.
Sobat bisa memasukan Url promosi pemasangan iklan pada gambar, atau jika telah ada yang memasang iklan sobat masukan Url tujuan iklan gambar tersebut.
10. Simpan pekerjaan sobat dan lihat hasilnya.
Semoga sobat mengerti dengan pembahasan ini, dan mudah-mudahan berhasil. Sukses untuk kita semua.
!!!...PERHATIAN...!!!
Apabila menjumpai halaman baru, klik tombol
SKIP AD yang berada di Pojok kanan atas, tunggu beberapa detik, kemudian klik kembali tombol itu untuk melanjutkan, sampai 2x.
" Terima kasih atas kunjungan Anda "
" Silahkan tinggalkan komentar "
Monday, April 8, 2013
Bahasa Jawa Indramayu Dan Cirebon
BAHASA JAWA INDRAMAYU DAN CIREBON
Bahasa Cirebon atau disebut oleh masyarakat setempat sebagai Basa Cerbon ialah bahasa yang dituturkan di pesisir utara Jawa Barat terutama mulai daerah Pedes hingga Cilamaya di Kabupaten Karawang, Blanakan, Pamanukan, Pusakanagara di Kabupaten Subang, Jatibarang di Kabupaten Indramayu sampai Cirebon dan Losari Timur di Kabupaten Brebes di Provinsi Jawa Tengah.
Meski kajian Linguistik sampai saat ini menyatakan bahasa Cirebon ”hanyalah” dialek (Karena Penelitian Guiter mengatakan harus berbeda sebanyak 80% dari Bahasa terdekatnya), namun sampai saat ini Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 5 Tahun 2003 masih tetap mengakui Cirebon sebagai bahasa dan bukan sebagai sebuah dialek. Dengan kata lain, belum ada revisi terhadap perda tersebut. Menurut Kepala Balai Bahasa Bandung Muh. Abdul Khak, hal itu sah-sah saja karena perda adalah kajian politik. Dalam dunia kebahasaan menurut dia, satu bahasa bisa diakui atas dasar tiga hal. Pertama, bahasa atas dasar pengakuan oleh penuturnya, kedua atas dasar politik, dan ketiga atas dasar Linguistik.
Bahasa atas dasar politik, contoh lainnya bisa dilihat dari sejarah bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia yang sebenarnya berakar dari bahasa Melayu, seharusnya dinamakan bahasa Melayu dialek Indonesia. Namun, atas dasar kepentingan politik, akhirnya bahasa Melayu yang berkembang di negara Indonesia –oleh pemerintah Indonesia– dinamakan dan diklaim sebagai bahasa Indonesia. Selain alasan politik, pengakuan Cirebon sebagai bahasa juga bisa ditinjau dari batasan wilayah geografis dalam perda itu. Abdul Khak mengatakan, Cirebon disebut sebagai dialek jika dilihat secara nasional dengan melibatkan bahasa Jawa.
Artinya, ketika perda dibuat hanya dalam lingkup wilayah Jabar, Cirebon tidak memiliki pembanding kuat yaitu bahasa Jawa. Apalagi, dibandingkan dengan bahasa Melayu Betawi dan Sunda, Cirebon memang berbeda.
Dari: Situs Wikipedia Indonesia.
" Terima kasih atas kunjungan Anda "
" Silahkan tinggalkan komentar Anda "
Bahasa Cirebon atau disebut oleh masyarakat setempat sebagai Basa Cerbon ialah bahasa yang dituturkan di pesisir utara Jawa Barat terutama mulai daerah Pedes hingga Cilamaya di Kabupaten Karawang, Blanakan, Pamanukan, Pusakanagara di Kabupaten Subang, Jatibarang di Kabupaten Indramayu sampai Cirebon dan Losari Timur di Kabupaten Brebes di Provinsi Jawa Tengah.
Pengaruh
Dahulu dialek ini digunakan dalam perdagangan di pesisir Jawa Barat mulai Cirebon yang merupakan salah satu pelabuhan utama, khususnya pada abad ke-15 sampai ke-17. Bahasa Cirebon dipengaruhi pula oleh budaya Sunda karena keberadaannya yang berbatasan langsung dengan kebudayaan Sunda, khususnya Sunda Kuningan dan Sunda Majalengka dan juga dipengaruhi oleh Budaya China, Arab dan Eropa hal ini dibuktikan dengan adanya kata "Taocang (Kuncir)" yang merupakan serapan China, kata "Bakda (Setelah)" yang merupakan serapan Bahasa Arab dan kemudian kata "Sonder (Tanpa)" yang merupakan serapan bahasa eropa (Belanda). Bahasa Cirebon mempertahankan bentuk-bentuk kuno bahasa Jawa seperti kalimat-kalimat dan pengucapan, misalnya ingsun (saya) dan sira (kamu) yang sudah tak digunakan lagi oleh bahasa Jawa Baku.Perdebatan Bahasa Cirebon (Dialek Bahasa Jawa atau Bahasa Mandiri)
Perdebatan tentang Bahasa Cirebon sebagai Sebuah Bahasa yang Mandiri terlepas dari Bahasa Sunda dan Jawa telah menjadi perdebatan yang cukup Panjang, serta melibatkan faktor Politik Pemerintahan, Budaya serta Ilmu Kebahasaan.Bahasa Cirebon Sebagai Sebuah Dialek Bahasa Jawa
Penelitian menggunakan kuesioner sebagai indikator pembanding kosakata anggota tubuh dan budaya dasar (makan, minum, dan sebagainya) berlandaskan metode Guiter menunjukkan perbedaan kosa kata bahasa Cirebon dengan bahasa Jawa di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta mencapai 75 persen, sementara perbedaannya dengan dialek di Jawa Timur mencapai 76 persen. Untuk diakui sebagai sebuah bahasa tersendiri, suatu bahasa setidaknya membutuhkan sekitar 80% perbedaan dengan bahasa terdekatnya.Meski kajian Linguistik sampai saat ini menyatakan bahasa Cirebon ”hanyalah” dialek (Karena Penelitian Guiter mengatakan harus berbeda sebanyak 80% dari Bahasa terdekatnya), namun sampai saat ini Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 5 Tahun 2003 masih tetap mengakui Cirebon sebagai bahasa dan bukan sebagai sebuah dialek. Dengan kata lain, belum ada revisi terhadap perda tersebut. Menurut Kepala Balai Bahasa Bandung Muh. Abdul Khak, hal itu sah-sah saja karena perda adalah kajian politik. Dalam dunia kebahasaan menurut dia, satu bahasa bisa diakui atas dasar tiga hal. Pertama, bahasa atas dasar pengakuan oleh penuturnya, kedua atas dasar politik, dan ketiga atas dasar Linguistik.
Bahasa atas dasar politik, contoh lainnya bisa dilihat dari sejarah bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia yang sebenarnya berakar dari bahasa Melayu, seharusnya dinamakan bahasa Melayu dialek Indonesia. Namun, atas dasar kepentingan politik, akhirnya bahasa Melayu yang berkembang di negara Indonesia –oleh pemerintah Indonesia– dinamakan dan diklaim sebagai bahasa Indonesia. Selain alasan politik, pengakuan Cirebon sebagai bahasa juga bisa ditinjau dari batasan wilayah geografis dalam perda itu. Abdul Khak mengatakan, Cirebon disebut sebagai dialek jika dilihat secara nasional dengan melibatkan bahasa Jawa.
Artinya, ketika perda dibuat hanya dalam lingkup wilayah Jabar, Cirebon tidak memiliki pembanding kuat yaitu bahasa Jawa. Apalagi, dibandingkan dengan bahasa Melayu Betawi dan Sunda, Cirebon memang berbeda.
Bahasa Cirebon sebagai Bahasa Mandiri
Revisi Perda, sebenarnya memungkinkan dengan berbagai argumen linguistik. Namun, kepentingan terbesar yang dipertimbangkan dari sisi politik bisa jadi adalah penutur bahasa Cirebon, yang tidak mau disebut orang Jawa maupun orang Sunda. Ketua Lembaga Basa lan Sastra Cirebon Nurdin M. Noer mengatakan, bahasa Cirebon adalah persilangan bahasa Jawa dan Sunda. Meskipun dalam percakapan orang Cirebon masih bisa memahami sebagian bahasa Jawa, dia mengatakan kosakata bahasa Cirebon terus berkembang tidak hanya ”mengandalkan” kosa kata dari bahasa Jawa maupun Sunda.-
- ”Selain itu, bahasa Cirebon sudah punya banyak dialek. Contohnya saja dialek Plered, Jaware, dan Dermayon,” ujarnya. Jika akan dilakukan revisi atas perda tadi, kemungkinan besar masyarakat bahasa Cirebon akan memprotes.
Kosakata
Sebagian besar kosa kata asli dari bahasa ini tidak memiliki kesamaan dengan bahasa Jawa standar (Surakarta/Yogyakarta) baik secara morfologi maupun fonetik. Memang bahasa Cirebon yang dipergunakan di Cirebon dengan di Indramayu itu meskipun termasuk bahasa Jawa, mempunyai perbedaan cukup besar dengan “bahasa Jawa baku”, yaitu bahasa yang diajarkan di sekolah-sekolah yang berpegang kepada bahasa Jawa Solo. Dengan demikian, sebelum 1970-an, buku-buku pelajaran dari Solo tak dapat digunakan karena terlalu sukar bagi para murid (dan mungkin juga gurunya). Oleh karena itu, pada 1970-an, buku pelajaran itu diganti dengan buku pelajaran bahasa Sunda yang dianggap akan lebih mudah dimengerti karena para pemakai bahasa Sunda “lebih dekat”. Akan tetapi, ternyata kebijaksanaan itu pun tidak tepat sehingga muncul gerakan untuk menggantinya dengan buku dalam bahasa yang digunakan di wilayahnya, yaitu Bahasa Jawa dialek Cirebon. namun penerbitan buku penujang pelajaran bahasa daerah yang terjadi tahun selanjutnya tidak mencantumkan kata "Bahasa Jawa dialek Cirebon" lagi, akan tetapi hanya menggunakan kata "Bahasa Cirebon" hal ini seperti yang telah dilakukan pada penerbitan buku penunjang pelajaran bahasa cirebon pada tahun 2001 dan 2002. "Kamus Bahasa Cirebon" yang ditulis oleh almarhum bapak Sudjana sudah tidak mencantumkan Kata "Bahasa Jawa dialek Cirebon" namun hanya "Kamus Bahasa Cirebon" begitu juga penerbitan "Wyakarana - Tata Bahasa Cirebon" pada tahun 2002 yang tidak mununjukan lagi keberadaan Bahasa Cirebon sebagai bagian dari Bahasa Jawa, namun menunjukan eksistensi Bahasa Cirebon sebagai bahasa yang mandiri.Perbandingan Bahasa Cirebon Bagongan (Bahasa Rakyat)
Berikut merupakan perbandingan antara bahasa Cirebon dengan bahasa lainnya yang dianggap serumpun, yaitu bahasa Jawa Serang (Jawa Banten), Bahasa Jawa dialek Tegal dan Pemalangan serta Bahasa Jawa Baku (dialek Surakarta - Yogyakarta) dalam level Bagongan atau Bahasa Rakyat.| Banten Utara | Cirebonan & Dermayon | Banyumasan | Tegal, Brebes | Pemalang | Surakarta-Yogyakarta | Indonesia |
|---|---|---|---|---|---|---|
| kita | kita/reang/isun | inyong/nyong | inyong/nyong | nyong | aku | aku/saya |
| sire | sira | rika | koen | koe | kowé | kamu |
| pisan | pisan | banget | nemen/temen | nemen/temen/teo | tenan | sangat |
| keprimen | kepriben/kepriwe | kepriwè | kepribèn/pribèn/pribè | keprimèn/kepribèn/primèn/primè/pribèn/pribè | piyé/kepiyé/kepriyé | bagaimana |
| ore | ora/beli | ora | ora/belih | ora | ora | tidak |
| manjing | manjing | mlebu | manjing/mlebu | manjing/mlebu | mlebu | masuk |
| arep | arep/pan | arep | pan | pan/pen/ape/pak | arep | akan |
| sake | sing | sekang | sing | kadi/kading | seko | dari |
Perbandingan Bahasa Cirebon Bebasan (Bahasa Halus)
Berikut ini adalah perbandingan antara bebasan (Bahasa Halus) Cirebon, bebasan Pemalangan, dengan bebasan Serang (Jawa Banten)| Banten Utara | Cirebonan & Dermayon | Pemalangan/Tegalan | Indonesia |
|---|---|---|---|
| Kasih | Jeneng | Jeneng/nami/asmi | Nama |
| Boten | Boten | Mboten | Tidak |
| Teteh | Rara/Yayu | Mbak/mbakyu | Kakak perempuan (mbak) |
| Koh/iku/puniku | Kuh/puniku | Puniku/niku | Itu |
| Kepetuk | Kapanggih | Kepanggih | Ketemu |
| Iki | Kih | Niki | Ini |
| nggih | Inggih | Inggih/nggih | Ya |
| Ugi | Ugi | Ugi | Juga |
| Kelipun | Punapa | Kenging nopo | Kenapa |
| Hampura | Hampura | Ngampunten | Maaf |
| Sege | Sekul | Sekul | Nasi |
| Linggar | Kesah | Tindak/kesah | Pergi |
| Darbe | Gadah | Gadah | Punya |
| Seniki | Seniki | Sakniki | Sekarang |
| Matur nuhun | Matur nuwun/kesuwun | Matur nuwun | Terima kasih |
| Ayun ning pundi | Bade pundi | Bade teng pundi | Mau kemana? |
| Pasar | Peken | Peken | Pasar |
| Salah | Sawon | Salah | Salah |
| Kule | Kula | Kulo | Saya |
| Uning | Uning | Ngertos | Tahu |
| Bangkit | Saged | Saged | Bisa |
| Napik | Sampun | Sampun | Jangan |
| Nire | Sampeyan / Panjenengan | Sampeyan | Anda |
| Cepe | Capeh | Capeh | Kata |
| Gelem | Bade | Bade | Mau |
| Sare | Kilem | Tilem | Tidur |
Kamus Bahasa Indonesia - Cirebon
Berikut adalah Kamus yang berisi kosakata bahasa Cirebon Bagongan, Bahasa Cirebon Bebasan, Indramayu Ngoko dan Indramayu Krama (Masyarakat Indramayu menyebut Bahasa Bagongan dengan sebutan Bagongan atau Ngoko dan Bebasan dengan sebutan Krama atau Besiken) serta terjemahannya dalam Bahasa Indonesia| Cirebon Bagongan | Cirebon Bebasan | dialek Indramayu Bagongan / Ngoko | dialek Indramayu Krama / Besiken | Bahasa Indonesia | Penjelasan |
|---|---|---|---|---|---|
| êntêk | Têlas | êntok | Têlas | Habis | |
| ênom | ênêm | ênom | ênêm / timur | Muda | |
| êngko | Ajeng | Nanti | |||
| êndog | Tigan | êndog | Tigan | Telur | |
| êndi | Pundi | êndi | Pundi | Mana | |
| êndhêp | êndhap | êndhêp / Cindek | êndhap | Pendek | |
| êndas | Sirah | Kepala | |||
| êmbah | êyang | êmbah | êyang | Kakek-Nenek | |
| êling | êmut | êling | êmut | Ingat | |
| Ya | Mangga | Ayo / Elos | Mangga | Silahkan | Cirebon : "Ya Asrog (Silahkan Ambil)" |
| Wulan | Sasi | Bulan | |||
| Wong | Tiyang | Orang | |||
| Wareg | Tuwuk | Kenyang | |||
| Wanci | Wayah | Saat | |||
| Waktu | Sela | Waktu | Waktos | Waktu | |
| Wadon | Istri | Perempuan | |||
| Uwis | Sampun | Sudah | |||
| Urip | Gesang | Hidup | |||
| Upai | Sukani | Upai | Sukani | Beri | Ngupai, Nyukani (Memberi) |
| Untap | ? | Durhaka | |||
| Umah | Griya | Rumah | |||
| Turu | Kilem / Tilem / Kulem | Tidur | |||
| Tur | Tunten | Bacut | Lajeng | Selanjutnya | |
| Tuku | Tumbas | Beli | |||
| Tua | Sepuh | Tua | |||
| Terus | Teras | Teruskan | |||
| Telu | Tiba | ? | ? | Tiga | |
| Tanduk | Singat | Tanduk | Singat | Tanduk | |
| Tamu | Sema | Tamu | |||
| Taken | Dangu | Takon | Taken | Tanya | Andangu (Bertanya) |
| Suwe | Suwe | Lami | Lama | ||
| Srog | Mangga | Enya | Mangga | Silahkan Ambil | Cirebonan : "Ya Asrog (Silahkan Ambil)" |
| Sira | Panjenengan | Anda | |||
| Sira | Panjênêngan | Kowe / Sira | Sampeyan / Panjenengan | Kamu | |
| Siji | Sêtunggal | Satu | |||
| Setitik | Sakedik | Sedikit | |||
| Seneng | Bungah | Berag | Bingah | Senang | |
| Senajan / Ari | Menawi | Ari | Menawa | Walau | |
| Sekiki | Benjing | Sukiki | Benjing | Besok | |
| Sekien | Sêniki | Sekarang | |||
| Sejen | Liya | Lain | (Mangga diterasken Liya-liya ae = "Silahkan diteruskan lain-lainnya") | ||
| Sega | Sêkul | Nasi | |||
| Sedang | Siweg | Sedang (Melakukan) | (Siweg Punapa? "Sedang Apa") | ||
| Sawah | Sabin | Sawah | |||
| Sapa | Sintên | Siapa | (Kaliyan Sinten? "Sama Siapa?") | ||
| Sambut | Sambêt | Pinjam | |||
| Salah | Sawon | Salah | |||
| Sabên | Unggal | Setiap | |||
| Rungu | Pireng | Rungu | Pireng | Dengar | Ngrungu, Mireng (Mendengar) |
| Ro / Rua | Kalih | Dua | |||
| Rewel | ? | Cerewet | |||
| Rada | Rabi | Agak | Rada Manis (agak manis) | ||
| Rabi / Kurên | Istri | Bojo | Sema | Istri | Sekurên = Sejodoh |
| Pêrcaya | Pêrcantên | Percaya | |||
| Pêrabot | Pêranti | Abah | Pirantos | Perabotan | |
| Putih | Pethak | Putih | |||
| Purun | ? | Mau | Panjenengan purun?(kamu mau?) | ||
| Punten | Hampura | Maaf | |||
| Polah | ? | oleh / laku | akeh polah (banyak perlakuan, banyak tingkah) | ||
| Piring | ? | Ajang | Ambeng | Piring | |
| Pira | Pintên | Berapa | |||
| Payung | Pajeng | Payung | Pajeng | Payung | |
| Pati | Patos | Pati | Patos | Terlalu | Beli Pati Doyan (Tidak Terlalu Suka) |
| Pate | Padem | Padam | |||
| Pasar | Pêkên | Pasar | |||
| Parêk | Cakêt | Dekat | |||
| Papat | Sêkawan | Empat | |||
| Pancal | ? | Tendang | |||
| Pada bae | Sami mawon | Sama saja | |||
| Pada | Sami | Sama | |||
| Omong | Gunêm | Catur | Ngendika | Bicara | |
| Olih | Angsal | Mendapat | |||
| Nini | ? | Nini | ? | Nenek | |
| Nguyu | Nyeni | Kencing | |||
| Nginum | Ngombe | Minum | |||
| Ngaji | Ngaos | Mengaji | |||
| Nang Mendhi | Teng Pundi | Dimana | |||
| Nang kana | Teng Riku | Di situ | |||
| Nang Isor | Teng Andap | Di Bawah | |||
| Nang Arep | Teng Ajeng | Di Depan | |||
| Nang / Ning | Teng | Di (Tempat) | |||
| Mêtu | Medal | Keluar | |||
| Mênê | Mriki | Kesini | |||
| Mêngkonon | Mêngkotên | Begitu | |||
| Mêngana | Mrika | Kesana | |||
| Mungkin | ? | Mungkin | |||
| Mlayu | Mlajeng | Lari | |||
| Mlaku | Mlampah | Berjalan | |||
| Mencleng | ? | Lompat | |||
| Melu | Milet | Ikut | |||
| Mayid | Laywan | Jisim | Layon | Jenazah | |
| Mati | Pejah | Mati | |||
| Mata | Soca | Mata | |||
| Manjing | Mlebet | Masuk | |||
| Maning | Malih | Lagi | |||
| Mangkat | Tindak | Berangkat | |||
| Mangan | Dahar | Makan | |||
| Manfaat / Faedah | Guna | Manfaat / Faedah | Gina | Manfaat | |
| Maca | Maos | Baca | |||
| Mabok | Mêndhêm | êndhêm | Mêndhêm | Mabuk | |
| Lêwih | Langkung | Lebih | |||
| Luru | Nggulati | Cari | |||
| Luru | Ngilari | Cari | |||
| Lupa | Lêpat | Klalen | Kesupen | Lupa | |
| Lunga | Kesah | Pergi | |||
| Lima | Gangsal | Lima | Gangsal | Lima | |
| Lenga Latung | Lisa latung | Minyak tanah | |||
| Lenga | Lisa | Minyak | |||
| Lawang | Kontên | Lawang | Kontên | Pintu | Lawang arep (Pintu Depan), Lawang Gada (Pintu Gerbang)keramas |
| Larang | Hawis | Mahal | |||
| Lanang | Jali | Lanang | Jaler | Laki-laki | |
| Lamun | Bilih | Seandainya | |||
| Lamun | Umpami | Umpama | |||
| Lama | Dangu | Lawas | Lami / Dangu | Lama | |
| Laki | Jali | Suami | |||
| Laka | Botên wêntên | Tidak Ada | |||
| Lain | Dudu / Sanes | Dudu | Sanes | Bukan | |
| Lahiran | ? | Bayen | ? | Melahirkan | |
| Kêrasan / Bêtah | ? | Krasan | Kraos | Betah | |
| Kêramas | Jamas | Kramas | Jamas | Keramas | |
| Kêpriben | Kêpripun | Kêpriben | Kêpripun | Bagaimana | |
| Kêponakan | Kêpênakan | Kêponakan | Kêpênakan | Keponakan | |
| Kên / Kahin / Jarit | Sinjang | Jarit | Sinjang | Kain | |
| Kêmul | Singep | Kêmul | Singep | Selimut | |
| Kêmit | ? | Jaga (Tugas Jaga) | Kêmit Desa (Orang yang menjaga Desa) | ||
| Kêdêr | Ewed | Kêdêr | Ewed | Bingung | |
| Kêbo | ? | Kêbo | Maesa | Kerbau | |
| Kuwe | Kuh / Puniku | Kuwen | Kuh / Puniku | Itu | (Jauh dari si pembicara) |
| Kuwayang | ? | Terbayang | |||
| Kurang | Kirang | Kurang | Kirang | Kurang | |
| Kuping | Talinga | Kuping | Talingan | Telinga | |
| Kuning | Jener | Kuning | Jenar | Kuning | |
| Kuna | Kina | Kuna | Kuno | ||
| Kumat | Kumat | Kimat | Kumat | ||
| Kulon | Kulen / Kulwan | Kulon | Kulen | Barat | |
| Kuku | ? | Kuku | Kenaka | Kuku | |
| Kudu / Mesthi | Kedah | Kudu | Kedah | Harus | |
| Kuburan | Pasarean | Kuburan | Pasarean | Kuburan | |
| Klambi | Rasukan | Klambi | Rasukan | Pakaian | |
| Kirim | Kintun | Kirim | Kintun | Kirim | |
| Kira | Kinten | Kira | Kinten | Kira (Perkiraan) | Kinten-Kinten (Kira-Kira) |
| Kijing | Sekaran | Kijing | Sekaran | Gilang Makam | |
| Kie | Puniki / Kih | Enya / Kien | Puniki / Niki | Ini | |
| Ketuwon | ? | Percuma / tidak dilayani dengan baik | |||
| Ketara | Ketara | Ketawis | Jelas | ||
| Kertas | Dalancang | Kertas | Dlancang | Kertas | Cirebonan : "Daluwang" (Kertas yang terbuat dari Kulit Kayu) |
| Keris | ? | Keris | Duwung | Keris | |
| Kembang | Sekar | Kembang | Sekar | Bunga | |
| Kelapa | Kerambil | Kelapa | Kerambil | Kelapa | |
| Kelanjutan | Kelanjêngan | Kelanjutan | |||
| Kayu | Kajeng | Kayu | Kajeng | Kayu | |
| Kaya | Kados | Kaya | Kados | Seperti | (Kados Mekoten = Sepeti Begitu / Seperti Itu) |
| Kawasa | Kuwasa | Kuwaos | Kuasa | ||
| Katon | Kêtingal | Katon | Kêtingal | Dapat dilihat | |
| Katok | Lancing | Katok | Lancing | Celana dalam | |
| Karo | Kaliyan | Karo | Kaliyan | Bersama | Teng bioskop kalian sinten inggih? (Di bioskop bersama siapa, ya?) |
| Karo | Sareng | Karo | Dengan | (Garam sareng Gendhis dicampur mawon Kang! = "Garam dengan Gula dicampur aja Kang!") | |
| Kari | Kantun | Kari | Kantun | Sisa (Tinggal Terakhir) / Tertinggal / Terakhir | Kantun-kantun (akhirnya) |
| Karena | Kêrantên | Karena | |||
| Karang | Kawis | Karang | Kawis | Karang | |
| Kanggo | Kangge | Kanggo | Kangge | Untuk | |
| Kandha | ? | Kandha | Sanjang | Bercerita | |
| Kalung | ? | Kalung | Sangsangan | Kalung | |
| Kali | Benawi | Kali / Lepen | Benawi | Sungai | |
| Kakang | Raka | Kakang | Raka | Kakak Laki-Laki | |
| Kae | Punika | Kaen | Punika | Itu (Dekat dengan si Pembicara) | |
| Kabênêran | Kalêrêsan | Kabêran | Kêlêrêsan | Kebetulan | |
| Kabeh | Sedantên | Kabeh | Sêdaya | Semua | |
| Kabar / Warta | Wartos | Kabar / Warta | Wartos | Berita | |
| Jêriji | ? | Driji | Racikan | Jari | |
| Joget | ? | Joged | Beksa | Goyang | |
| Jero | Lebet | Jero | Lebet | Dalam | |
| Jenggot | ? | Jenggot | Gumbala | Jenggot | |
| Jare | Cape | Jare | Criyos | Kata (Ucap) | Cirebonan : "Cape sinten?" (Kata (ucap) siapa?) |
| Jaran | ? | Jaran | Titihan | Kuda | |
| Jamu | Jampi | Jamu | Jampi | Jamu | |
| Jaluk | Pundhut | Jupuk / Jokot | Pendhet | Ambil | |
| Jalir | ? | ? | ? | Pelacur | |
| Jala | Jambêt | Jala | Jambêt | Jala | |
| Jagong | Linggih | Dodok | Linggih | Duduk | |
| Jago | Sawung | Jago | Sawung | Ayam Jago | |
| Jaga | Raksa | Jaga | Reksa | Jaga | Njaga, Ngraksa (Menjaga) |
| Iya | Inggih | Iya | Inggih | Ya | |
| Iwak | Ulam | Iwak | Ulam | Ikan | |
| Isun | Ingsun / Kula | Reang / Kita | Kula | Saya | |
| Isor | Andhap | Isor | Andhap | Bawah | |
| Isin | Lingsem | Isin | Lingsem | Malu | |
| Irêng | Cêmêng | Irêng | Cêmêng | Hitam | |
| Ingu | Ingah | Ingu | Ingah | Pelihara | |
| Inep | ? | Inep | Sipeng | Bermalam | |
| Ilat | Lidah | Ilat | Lidah | Lidah | |
| Ilang | Ical | Ilang | Ical | Hilang | |
| Ijo | Ijêm | Ijo | Ijêm | Hijau | |
| Iga | ? | Iga | Unusan | Iga | |
| Idêp | Ibing | Idep | Ibing | Bulu Mata | |
| Idu | Kecoh | Idu | Kecoh | Ludah | |
| Gêlêm | Purun | Gêlêm | Purun | Mau | |
| Guyon | Gujêng | Guyon | Gujêng | Bercanda | Gegujengan (Bercandaan) |
| Gulu | Jangga | Gulu | Jangga | Leher | |
| Gula | Gêndis | Gula | Gêndis | Gula | |
| Gugah | Wungu | Gugah | Wungu | Bangun | |
| Golek | ? | Golek | Pados | Wayang Kayu (Golek) | |
| Godhong | Ron | Godhong | Ron | Daun | |
| Gigir | Pêngkêran | Gigir | Pêngkêran | Punggung | |
| Getih | Rah | Getih | Rah | Darah | |
| Getek | ? | Geli | |||
| Geni | Brama | Geni | Brama | Api | |
| Genap | Jangkep | Genap | Jangkep | Lengkap | |
| Gen | Ugi | Juga | |||
| Gemuyu | Gemujeng | Gemuyu | Gemujeng | Tertawa | |
| Gelung | Ukel | Gelung | Ukel | Gulung | |
| Gelang | Binggel | Gelang | Binggel | Gelang | |
| Gede | Ageng | Besar | |||
| Gedang | Pisang | Pisang | |||
| Gawe | Damel | Gawe | Damel | Kerja | |
| Gawa | Bakta | Gawa | Bakta | Bawa | mbakta (Membawa), Gawaan / bektan (Barang Bawaan) |
| Ganti | Gantos | Ganti | Gantos | Ganti | |
| Gampang | Gampil | Gampang | Gampil | Mudah | |
| Gajah | Liman | Gajah | Liman | Gajah | |
| Etung | Etang | Etung | Etang | Hitung | |
| Esuk | Enjing | Esuk | Enjing | Pagi | |
| Erti | Ertos | Arti | (Ngertos = Mengerti) (Basa Iku alat Komunikasi, Umpami panjenengan ngertos ya leres! = Bahasa itu alat komunikasi kalau anda mengerti ya bagus!) | ||
| Enteni | ? | Enteni | Entosi | Menunggu | |
| Enak | Eca | Enak | Eca | Enak | |
| Emong | Boten | Emong | Mboten | Tidak Mau | |
| Embuh | Wikan | Embuh | Kirangan / Wikan | Tidak Tahu | |
| Dêngkul / Tur | ? | Dêngkul | Jengku | Lutut | |
| Dêmên | Tresna | Dêmên | Tresna | Cinta | |
| Dêmplon | ? | Seksi | |||
| Dêlêng | Ningali | Dêlêng | Ningali / Mirsani | Melihat | |
| Duwur | Inggil | Duwur | Inggil | Tinggi | |
| Duwe | Gadah | Duwe | Gadah | Punya | |
| Durung | Dêrêng | Durung | Dêrêng | Belum | |
| Dulung | Ndahari | Dulang | Ndahari | Suap (Makan) | |
| Duit | Yatra | Duit | Yatra | Uang | |
| Doyan | Purun / Kersa | Doyan | Purun / Kersa | Suka / Mau | |
| Dom | Jarum | Dom | Jarum | Jarum | |
| Dolan | ? | Dolan | ? | Main | |
| Dina | Dintên | Dina | Dintên | Hari | (Sedinten-dinten = Sehari-hari) |
| Di | Di | Di | Dipun | Di (Imbuhan) | Cirebon Bebasan : "Dibarokahi", dialek Indramayu Krama : "Dipun Barokahi" |
| Dhadha | Jaja | Dhadha | Jaja | Dada | |
| Dewek | Piyambêk | Sendiri | |||
| Dawuk | ? | Dewasa | |||
| Dandan | ? | Dandan | Dandos | Berhias | |
| Damar | Pandhêm | Damar | Pandam | Lampu | |
| Dalan | Dêrmagi | Dalan | Marga | Jalan | |
| Dake | Gadah | Punya (Dapat) | |||
| Dagang | Sadean | Dagang | Sadean | Dagang | |
| Dadi | Dados | Dadi | Dados | Jadi | |
| Cêg | ? | Cêkêl | Ngasta | Pegang | Cêgcêgan (Pegangan) |
| Cungur | Irung | Cungur | Irung | Hidung | |
| Cukur | Paras | Cukur | Paras | Cukur | |
| Coba | Cobi | Coba | Cobi | Coba | |
| Cilik | Alit | Cilik | Alit | Kecil | |
| Carita | ? | Crita | Crios | Cerita | |
| Caos | Seba | ? | ? | Menghadap / Menemui | |
| Cangkêm | Lêsan | Cangkêm / Tutuk | Lêsan | Mulut | |
| Bênêr | Lêrês | Bênêr | Lêrês | Benar | |
| Bêngên | Rumiyen | Bêngên | Rumiyin / Sengen | Dahulu | |
| Bêngi | Dalu | Bêngi | Dalu | Malam | |
| Buwang | Bucal | Buwang | Bucal | Buang / Melemparkan | |
| Buru-Buru | Kêsusu | Buru-Buru | Bujêng-bujêng | Tergesa-gesa | |
| Buri | Wingking | Buri / Guri | Wingking | Belakang | Nang Buri, Teng Wingking (Di Belakang) |
| Bulit | ? | Curang | |||
| Bubar | Bibar | Bubar | Bibar | Bubar | |
| Brêsi | Rêsik | Bersih | Rêsik | Bersih | |
| Bonggan | ? | Awas! | Digunakan ketika kesal pada sesuatu atau Menantang | ||
| Bokat | ? | Takut / Barangkali | "aja ning ngerep nok..!!, bokat ketendang!" (jangan di depan nak!! (perempuan), Takut tertendang!) "isun arep ngulur batur-batur nang alun-alun, bokat bae ana mengkana" (saya hendak mencari anak-anak di alun-alun, barangkali saja ada di sana) | ||
| Bocah / Anak | Lare | Anak | Lare | Anak | |
| Bobad | ? | Bobad | Bohong | ||
| Beras | Uwos | Beras | Uwos | Beras | |
| Bendrongan | ? | Main Musik | (Main Musik Dengan Alat Seadanya disebut "Bendrongan" | ||
| Beli / Ora | Boten | Tidak | |||
| Belajar | Sinau / Ginau | Belajar | Sinau | Belajar | |
| Belah | Palih | Belah | Palih | Sepalih (sebelah) | |
| Bebek | ? | Bebek | Kambangan | Bebek | |
| Bawi | ? | Celeng | Andhapan | Babi | |
| Batur | Rencang | Batur | Rencang | Kawan | |
| Bari | Kaliyan | Bareng | Sesarengan | Bersama | |
| Bapak | Rama | Bapak | Rama | Bapak | |
| Banyu | Toya | Banyu | Toya | Air | |
| Banyu | Toya | Banyu | Toya | Air | |
| Balik | Wangsul | Balik | Wangsul | Pulang | |
| Baka | Menawi | Baka | Menawa | Kalau | |
| Bagus | Sae | Bagus | Sae | Bagus | |
| Bagen | Sanggine | Bagen | Kêrsanipun | Biarkan | |
| Bae | Mawon | Bae | Mawon | Saja | |
| Ayam | Sawung | Ayam | Sawung | Ayam | |
| Awan | Siyang | Awan | Rina / Siang | Siang | |
| Awak | Selira / Badan | Awak | Salira / Badan | Badan | |
| Aturan | Pakem | Aturan | |||
| Ati | Manah | Ati | Manah | Hati | |
| Asu | ? | Asu | Segawon | Anjing | |
| Asli | ? | Asli | Sesupe | Asli | |
| Arep mendhi | Bade pundi | Arep mendhi / Garep Mendhi | Bade pundi | Mau ke mana? | |
| Arep | Ajeng | Arep | Ajeng | Akan | |
| Aran | Jeneng / Asmi | Aran | Nami/Asmi | Nama | |
| Apik | Sae | Apik | Sae | Baik | |
| Apa | Punapa | Apa | Punapa | Apa | |
| Antarane | Antawise | Antarane | Antawise | Antaranya | |
| Angon | Angen | Angon | Angen | Gembala | Ngangon Kebo (Menggembala Kerbau) |
| Angel | Susah | Angel | Sesaha | Susah | |
| Ana | Wenten | Ana | Wonten | Ada | |
| Amit /Permisi | ? | Amit | Nuwun Sewu | Permisi | |
| Ambir | Supadon | Biar | |||
| Amba | Wiwir | Amba | Wiyar | Luas | |
| Amarga | Amargi | Akibat | (amargi ingsun mboten uning kepripun pakemipun basa Bebasan Cirebon ingkang leres = akibatnya saya tidak tahu bagaimana peraturan bahasa Bebasan Cirebon yang benar) | ||
| Alih | ? | Pindah | (Ingsun sampun ngalih teng Kuningan = Saya sudah pindah ke Kuningan) | ||
| Alas / Luwung | Wana | Alas | Wana | Hutan | |
| Aku | Akên | Aku (Mengaku) | ngaken (mengaku) | ||
| Aki | Ki | Kaki | ? | Kakek | |
| Akeh | Katah | Akeh | Katah | Banyak | |
| Aja | Sampun | Jangan | (Sampun teng Riku! = "Jangan Disitu!" | ||
| Aig / Age | Aglis | Cepet / Gage | Enggal | Segera | |
| Agama | Agami | Agama | Agami | Agama | |
| Adus | Siram | Adus | Siram | Mandi | |
| Adu | Aben | Adu | Aben | Adu | |
| Adol | Sadean | Adol | Sadean | Dagang | |
| Adoh | Tebih | Adoh | Tebih | Jauh | |
| Adhi | Yayi | Adi | Yayi | Adik (Perempuan) | |
| Adhi | Ayi | Adi | Rayi | Adik (Laki-Laki) | |
| Adhem | ? | Adhem | Asrep | Sejuk | |
| Abot | ? | Abot | Awrat | Berat | |
| Abang | Abrit | Abang | Abrit | Merah | |
| Abad | ? | Abad | Lestantum | Abad | |
| ? | Kajaba | Kecuali | |||
| ? | Lan | Dan | |||
| ? | Maksad | Maksud | (Maksadipun = Maksudnya) | ||
| ? | Wiraos | Bicara | |||
| ? | Kah | Itu | (dekat dari si pembicara) | ||
| ? | Leb | Tutup | "Dileb = Ditutup" (Penggunaan Pada "Pintu") | ||
| ? | Jentik | Kelingking | |||
| ? | ? | Embun-embunan | Pasundulan | Embun-embun | |
| ? | Serat | Jungkat | Serat | Serabut / Serat | |
| ? | Bethek | Adang | Bethak | Menanak Nasi | |
| ? | Waras | Sehat | |||
| ? | ? | Kengulu | Kajang | Bantal | |
| Kuwatir | Kuwaos | Khawatir | |||
| Kalah | Kawon | Kalah |
Dialek Bahasa Cirebon
Menurut Bapak Nurdin M. Noer Ketua Lembaga Basa lan Sastra Cirebon, Bahasa Cirebon memiliki setidaknya ada beberapa dialek, yakni Bahasa Cirebon dialek Dermayon atau yang dikenal sebagai Bahasa Indramayuan, Bahasa Cirebon dialek Jawareh (Jawa Sawareh) atau Bahasa Jawa Separuh, Bahasa Cirebon dialek Plered dan dialek Gegesik (Cirebon Barat wilayah Utara)Bahasa Cirebon dialek Jawareh (Jawa Sawareh)
Dialek Jawareh atau disebut juga sebagai Jawa Sawareh (separuh) merupakan dialek dari Bahasa Cirebon yang berada disekitar perbatasan Kabupaten Cirebon dengan Brebes, atau sekitar Perbatasan dengan Kabupaten Majalengka dan Kuningan. Dialek Jawareh ini merupakan gabungan dari separuh Bahasa Jawa dan separuh bahasa Sunda.Bahasa Cirebon dialek Dermayon
Dialek Dermayon merupakan dialek Bahasa Cirebon yang digunakan secara luas di wilayah Kabupaten Indramayu, menurut Metode Guiter, dialek Dermayon ini memiliki perbedaan sekitar 30% dengan Bahasa Cirebon sendiri. Ciri utama dari penutur dialek Dermayon adalah dengan menggunakan kata "Reang" sebagai sebutan untuk kata "Saya" dan bukannya menggunakan kata "Isun" seperti halnya yang digunakan oleh penutur Bahasa Cirebon.Bahasa Cirebon dialek Plered (Cirebon Barat)
Dialek Plered merupakan dialek Bahasa Cirebon yang digunakan di wilayah sebelah barat Kabupaten Cirebon, dialek ini dikenal dengan cirinya yaitu penggunaan huruf "o" yang kental, misalkan pada Bahasa Cirebon standar menggunakan kata "Sira", dialek Kabupaten Cirebon bagian Barat ini menggunakan kata "Siro" untuk mengartikan "Kamu", kata "Apa" menjadi "Apo" dan Jendela menjadi "Jendelo". Penutur dialek yang menempati kawasan barat Kabupaten Cirebon ini lebih mengekspresikan dirinya dengan sebutan "Wong Cirebon", berbeda dengan Penduduk Kota Cirebon yang menggunakan Bahasa Cirebon standar (Sira) yang menyebut diri mereka sebagai "Tiang Grage", walaupun antara "Wong Cirebon" dan "Tiang Grage" memiliki arti yang sama, yaitu "Orang Cirebon"Bahasa Cirebon dialek Gegesik (Cirebon Barat wilayah Utara)
Dialek Gegesik merupakan dialek yang digunakan di wilayah Cirebon Barat wilayah Utara disekitar Kecamatan Gegesik, Bahasa Cirebon dialek Gegesik sering digunakan dalam bahasa pengantar Pewayangan oleh Dalang dari Cirebon dan kemungkinan dialek ini lebih halus ketimbang dialeknya "wong cirebon" sendiri.Perbandingan Dialek Bahasa Cirebon
| Bahasa Cirebon Baku | Dialek Indramayu | Dialek Plered | Dialek Ciwaringin | Indonesia |
|---|---|---|---|---|
| Ana (Bagongan) | Ana | Ano | Ana | Ada |
| Apa (Bagongan) | Apa | Apo | Apa | Apa |
| Bapak (Bagongan) | Bapak | mama | Bapa / Mama | Bapak |
| Beli (Bagongan) | Ora | Oro/Beli | Beli / Ora | Tidak |
| Dulung (Bagongan) | Dulang | Dulang | Muluk | Suap (Makan) |
| Elok (Bagongan) | Sokat | Lok | Sok | Pernah |
| Isun (Bagongan) | Reang | Isun | Isun / Kita | Saya |
| Kula (Bebasan) | Kula | Kulo | Kula | Saya |
| Lagi apa? (Bagongan) | Lagi apa? | Lagi apo? | Lagi Apa | Sedang apa? |
| Laka (Bagongan) | Laka | Lako | Laka | Tidak ada |
| Paman (Bagongan) | Paman | Paman | Mang | Paman |
| Salah (Bagongan) | Salah | Salo | Salah | Salah |
| Sewang (Bagongan) | Sewong | Sawong | - | Seorang (Masing-masing) |
Dari: Situs Wikipedia Indonesia.
!!!...PERHATIAN...!!!
Apabila menjumpai halaman baru, klik tombol
SKIP AD yang berada di Pojok kanan atas, tunggu beberapa detik, kemudian klik kembali tombol itu untuk melanjutkan, sampai 2x.
" Terima kasih atas kunjungan Anda "
" Silahkan tinggalkan komentar Anda "
Subscribe to:
Posts
(
Atom
)



















